Yuk Berburu Gerabah (Keramik) di Desa Wisata Kasongan Bantul Yogyakarta

Oleh Tri Agus Yogawasista

2a830-kasongan1 Desa Wisata Kasongan, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta (https://yogyakarta.panduanwisata.com)

Kasongan adalah nama daerah tujuan wisata di wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta yang terkenal dengan hasil kerajinan gerabahnya. Tempat ini tepatnya terletak di daerah pedukuhan Kajen, desa Bangunjiwo, kecamatan Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.Jika Anda berangkat dari Kota Yogyakarta, maka pergilah ke arah selatan hingga menemukan perempatan Dongkelan (perempatan Ring Road Selatan – Jalan Bantul). Pilihlah jalan ke arah selatan melewati Jalan Bantul ini. Perjalanan dari perempatan Dongkelan ini hanya memakan waktu sekitar 10 menit atau 20 menit dari pusat kota. Jika telah sampai di desa wisata Kasongan, Anda akan disambut oleh sebuah gerbang masuk ke desa wisata tersebut.

f292d-macamprodukkasongan Aneka macam produk Kasongan (https://fortekindo-tour.blogspot.com)

Dari gapura tersebut, kita dapat melanjutkan perjalanan ke arah barat. Jika menjumpai pertigaan dengan pohon beringin ditengahnya, tetap ambil arah lurus sampai menjumpai jembatan dan sebuah gapura lagi di ujung jembatan tersebut. Wilayah administratif Kasongan, yang merupakan bagian dari Desa Bangunjiwo, sebenarnya terletak di bagian barat jembatan Sungai Kasongan tersebut. Akan tetapi, seiring berkembangnya industri gerabah, kita dapat menemukan banyak galeri dan showroom keramik di timur jembatan yang merupakan wilayah Kecamatan Sewon.

Desa Kasongan merupakan wilayah pemukiman para kundi, yang berarti buyung atau gundi (orang yang membuat sejenis buyung, gendi, kuali dan lainnya yang tergolong barang dapur juga barang hias).

d65e9-kasonganproduk Produk untuk Rumah Tangga (https://anangelnino.blogspot.com)

Sejarah

Kasongan mulanya merupakan tanah pesawahan milik penduduk desa di selatan Yogyakarta. Pada masa Penjajahan Belanda di Indonesia, di daerah pesawahan milik salah satu warga tersebut ditemukan seekor kuda yang mati. Kuda tersebut diperkirakan milik Reserse Belanda. Karena saat itu Masa Penjajahan Belanda, maka warga yang memiliki tanah tersebut takut dan segera melepaskan hak tanahnya yang kemudian tidak diakuinya lagi. Ketakutan serupa juga terjadi pada penduduk lain yang memiliki sawah di sekitarnya yang akhirnya juga melepaskan hak tanahnya. Karena banyaknya tanah yang bebas, maka penduduk desa lain segera mengakui tanah tersebut. Penduduk yang tidak memiliki tanah tersebut kemudian beralih profesi menjadi seorang pengrajin keramik yang mulanya hanya mengempal-ngempal tanah yang tidak pecah bila disatukan. Sebenarnya tanah tersebut hanya digunakan untuk mainan anak-anak dan perabot dapur saja. Namun, karena ketekunan dan tradisi yang turun temurun, Kasongan akhirnya menjadi Desa Wisata yang cukup terkenal.

Sentuhan Desain Modern

Sejak tahun 1971-1972, Desa Wisata Kasongan mengalami kemajuan cukup pesat. Sapto Hudoyo (seorang seniman besar Yogyakarta) membantu mengembangkan Desa Wisata Kasongan dengan membina masyarakatnya yang sebagian besar pengrajin untuk memberikan berbagai sentuhan seni dan komersil bagi desain kerajinan gerabah sehingga gerabah yang dihasilkan tidak menimbulkan kesan yang membosankan dan monoton, namun dapat memberikan nilai seni dan nilai ekonomi yang tinggi. Keramik Kasongan dikomersilkan dalam skala besar oleh Sahid Keramik sekitar tahun 1980an.

SONY DSC

Sentuhan Desain Modern (https://aanmamesa.wordpress.com)

Merupakan Sentra Kerajinan yang paling terkenal di Bangunjiwo, dan juga menjadi aset berharga dari Kabupaten Bantul. Bahkan nama Kasongan mungkin lebih terkenal dibandingkan nama Desa-nya, yaitu Bangunjiwo. Disini kita dapat menemukan sentra kerajinan gerabah, yang menghasilkan ratusan bahkan ribuan keramik dengan berbagai jenis, bentuk dan ukuran. Dimotori oleh lebih dari 300 pengrajin,yang menyerap seribu lebih tenaga kerja membuat sentra kerajinan ini mampu menembus pasar gerabah internasional. Showroom yang berjajar rapi di kanan-kiri jalan, dipadukan dengan workshop para pengrajin, dimana kita dapat ikut langsung membuat keramik, dan festival seni Kasongan yang rutin diadakan setiap tahunnya, membuat Kasongan menjadi sebuah wisata kerajinan yang berkesan bagi siapapun yang mengunjunginya.

Produk Keramik

Produk Keramik dibagi menjadi dua yaitu

1. Produk Unggulan

9e73b-gerabahkasongan08-1024x682Berbagai macam ukuran dan motif Guci (https://www.desabangunjiwo.com)

Hasil kerajinan gerabah Kasongan pada umumnya adalah guci, pot atau vas, dan produk-produk keramik lainnya. Khusus untuk guci, kita dapat menemukan banyak bentuk dan varian guci di Kasongan. Selain karena ukurannya yang beragam, mulai dari setinggi dua jengkal tangan hingga seukuran bahu orang dewasa, guci di Kasongan juga memiliki banyak varian finishing nya. Dilihat dari perkembangannya, finishing guci yang banyak ditemui di Kasongan adalah finishing alami, yang hanya menggunakan cat sebagai media ‘sentuhan akhir’ dari guci tersebut. Selain itu banyak pilihan warna dan motif, guci dengan finishing alami ini juga memunculkan citra asli dan orisinil serta benar-benar khas Kasongan.

dbd9f-gerabahkasongan15-1024x791

 

Guci dengan sentuhan mewah, glamour dan sedikit nuansa kontemporer. Guci jenis ini jauh meninggalkan kesan alami nya, namun tetap berpenampilan menarik dan sedap dipandang mata. Walau jika dilihat dari segi harga masih lebih mahal dibandingkan guci ‘klasik’, guci jenis ini tetap memiliki konsumen tersendiri. Banyak pelancong dari luar daerah dan luar negeri yang memburu guci jenis ini.

83ba7-kasongan Motif Keramik Klasik (https://wisatapintar.com)

2. Produk Lainnya

17712-loroblonyo Loro Blonyo  (https://www.desabangunjiwo.com)

Kasongan tidak hanya memproduksi guci. Masih banyak produk-produk lain dari keramik yang pamerkan Kasongan. Yang biasa ditemui adalah patung. Patung punokawan seperti Semar, Bagong dan lainnya, lalu ada patung dua pengantin jawa, yang dikenal dengan nama ‘loro blonyo’, patung buddha, serta masih banyak lagi bentuk-bentuk patung yang pastinya menarik untuk dijadikan hiasan rumah anda.

5402a-gerabahkasongan31-1024x565 Wuwung (https://www.desabangunjiwo.com)

Selain patung, Kasongan juga banyak memproduksi air mancur, wuwung dan lain sebagainya. Wuwung adalah semacam genteng, yang terletak di bagian tertinggi suatu atap rumah. Jika biasanya penampilan wuwung tak begitu menarik, hanya seperti genteng biasa, di Kasongan lain halnya. Di sini, wuwung dapat berhiaskan aneka motif dan corak. Bahkan ada juga wuwung yang ‘dicengkeram’ patung burung diatasnya. Tentunya wuwung-wuwung seperti ini banyak diminati oleh pembeli, guna menambah cantik & megah rumahnya.

Informasi lebih lanjut hubungi

Desa Wisata Kasongan
Pedukuhan Kajen, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Koordinat GPS: 7° 50′ 47.3″ S, 110° 20′ 34.4″ E (7.846567°S, 110.344468° E)
Kontak Desa Bangunjiwo: (62) 274 413 340
UPT Koperasi Setya Bawana : (62) 274 370 549, +62 857 2949 8790

Sumber: Berbagai artikel di internet

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

UNESCO Verifikasi Tenun Sumba

Sun Sep 8 , 2013
Tenun Sumba (https://ceritakain.wordpress.com) Beijing – Ketua Umum Cita Tenun Indonesia Okke Hatta Rajasa mengatakan tenun Sumba tengah menjalani verifikasi dari UNESCO untuk mendapat pengakuan sebagai warisan budaya tak benda (intangible cultural heritage) dari Indonesia. “Proses verikasi memakan waktu sekitar satu tahun, sehingga baru pada 2013 kita harapkan pengakuan dari UNESCO […]